Showing posts with label bagaimana pendapat ustad?. Show all posts
Showing posts with label bagaimana pendapat ustad?. Show all posts

Friday, March 3, 2017

on Leave a Comment

Memberikan headset kepada orang lain agar kita terhindar dari musik haram, bagaimana pendapat ustad?

Salam.
Dikarnakan mau menghindari musik yg haram, saya Memberikan handset kepada teman sejaga dipost. kebutulan dia tidak punya handset, dia pun menerimax dengan senang hati. Adapun rencana saya mau memberikan handset tsb tidak ada, pemberian itu tiba tiba hanya sekedar untuk menghindari musik yg haram.
Bagaimana tanggapannya?
SukaTunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari
Komentar

Sinar Agama Salam dan terimakasih pertanyaannya: Mungkin tidak masalah dan mungkin bahkan bagus. Sebab dia pasti tidak akan terima disuruh berhenti mendengarkan musik. Karena itu, handset antum itu tidak menambah kemaksiatannya dan apalagi ditujukan untuk supaya antum terhindari dari maksiat musik tersebut. Semoga perkiraan kuat saya ini benar adanya.

Zaenal Al Aydrus Terimakasih....


Sumber : https://www.facebook.com/sinaragama/posts/1156966271083495



Sunday, June 19, 2016

on Leave a Comment

Saya menganggap menolong orang itu baik meskipun saya sendiri kesulitan, bagaimana pendapat ustad?

Link : https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=945339185579539&id=207119789401486

Ali Asytari ke Sinar Agama
18 Mei
Salam ustad.....
Sering ada tamn yg minta tolong pd sy.baik brupa uang,tenaga...dll.
Semntra sy sendiri dlm hal ekonomi jg masih kurang dibanding jlmh dn kebutuhan klrga sy.
Tp....sy slalu ingat menolong orang itu baik.
Nah,bagaimna sikap sy dlm hal ini,apakh setiap perbutan menolong sperti itu baik....??
Maaf ustad...
SukaTunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari
Komentar

Sinar Agama Salam dan terimakasih pertanyaannya: Kalau tidak mengurangi kewajiban yang ada pada keluarga sendiri, maka kalau tidak berlebihan, mungkin masih terhitung kebaikan. Kalau mengurangi kewajiban keluarga sendiri akan tetapi mereka rela, maka hal ini juga bisa terhitung kebaikan. Perkataan "bisa" yakni akan menjadi baik kalau syarat-syarat lainnya terpenuhi. Misalnya, yang mau meminta tolong memang orang yang benar-benar memerlukan dan semacamnya.
SukaBalas119 Mei pukul 10:23

Sinar Agama Salam dan terimakasih pertanyaannya: Kalau tidak mengurangi kewajiban yang ada pada keluarga sendiri, maka kalau tidak berlebihan, mungkin masih terhitung kebaikan. Kalau mengurangi kewajiban keluarga sendiri akan tetapi mereka rela, maka hal ini juga bisa terhitung kebaikan. Perkataan "bisa" yakni akan menjadi baik kalau syarat-syarat lainnya terpenuhi. Misalnya, yang mau meminta tolong memang orang yang benar-benar memerlukan dan semacamnya.

Ali Asytari Trimaksih yg tak terhingga ustad....
Andika Karbala. Powered by Blogger.