CATATAN UST SINAR AGAMA
BELAJAR FIQIH SYIAH IMAMIYAH DENGAN USTAD SINAR AGAMA
Tuesday, April 24, 2018
Jawaban ustad terhadap orang yang menyesatkan syiah
Yaguu Basrie Qaluu
ke
Sinar Agama
13 Maret
·
Fatwa Para Ulama Brunei: Syi'ah Rafidhah adalah Kafir
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari
Bagikan
Oldest
6
Karno Sangata Sangata, Bunga Mawar, dan 4 lainnya
Komentar
Yaguu Basrie Qaluu
Kalau sudah kafir berarti bukan Islam
Kelola
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
·
Balas
·
6m
Bravo Boy
Udah pernah baca info ini
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Risalah_Amman
Kelola
Risalah Amman - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
ID.WIKIPEDIA.ORG
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
·
Balas
·
6m
Bravo Boy
Kalo tujuan anda utk memanasi ustad sinar dan murid beliau gak ada gunanya mas...lebih baik emosi dan akal anda digunakan utk mencari informasi ttg syiah sebenarnya
Kelola
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
·
Balas
·
6m
Yaguu Basrie Qaluu
Aku pengen Syi'ah itu dibantai
Kelola
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
·
Balas
·
6m
Sinar Agama
Yaguu Basrie Qaluu
, dalilnya mana? Apakah kamu sudah bertuhan pada manusia atau dalam berislam sudah tidak pakai Qur an - Hadits?
Kelola
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
·
Balas
·
5m
Sinar Agama
Bravo Boy
, ahsantum, semoga diterimaNya, amin.
Kelola
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
·
Balas
·
5m
Yaguu Basrie Qaluu
Dasar Syi'ah otak mesum
Kelola
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
·
Balas
·
5m
Marhaen
Orang seperti ini tdk boleh di blok. Biar dia liat diskusi2 kita biar dia tau sendiri..
Kelola
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
·
Balas
·
5m
Sinar Agama
Marhaen
, kita sudah 7 tahunan tidak pernah ngeblok orang seperti Yaguu Basrie Qaluu itu. Karena Islam tidak mengajarkan membalas keburukan dengan keburukan kepada sesama muslim. Begitu pula saya tahun banget, bahwa orang seperti Yaguu Basrie Qaluu ini
tidak bisa tidur. Karena dia sendiri sudah bertanya-tanya pada dirinya. Apa agamanya, siapa penjaminnya, seberapa dia memahami agamanya, seberapa mengamalkannya, seberapa ikhlash di dalam pengamalannya itu. Lalu apa jaminan yang diyakini, diketahui, diamalkan dan keikhlashannya itu. Dia juga pasti sudah merasa ketir-ketir kalau kelak mati (semoga umur panjang penuh taqwa), kalau ditanya malaikan akan agamanya, pahamannya, diambil dari mana, seberapa pengamalan dan ikhlashnya, dan seterusnya), apa yang harus dia jawabkan.
Dia semakin nyerang maka akan semakin menghimpit dadanya sendiri. Lah wong dia muslim dan madzhab turunan, sementara kita sudah dari Sunni Syafi'i, lalu Wahabi (baca: mengharamkan taqlid dan mewajibkan ikut Qur an-Hadits secara langsung), baru kemudian jadi Syi'ah.
Banyak waktu yang kita luangkan toh, sebelum menjadi Syi'ah ini. Jadi, bukan karena kita kepinteren kalau tahu tentang Syi'ah dan beda-bedanya dengan selainnya, melainkan karena semua itu perjalanan dan sejarah hidup dari keberimanan dan keberagamaan kita sendiri.
Lha orang seperti dia ini, tidak tahu atau berpura-pura tidak tahu, bahwa kita semua memiliki sejarah yang sama. Karena itu dia mengira bahwa dirinya pinter karena bisa ngejek Syi'ah dan kadang menukil tulisan orang. Dia kira, kita semua tidak melewatinya dalam hidup dan tidak tahu jawabannya. He he he...semoga pada akhirnya dia sudi melihat dirinya sendiri. Islam penelitian, madzhab penelitian, atau keduanya sama-sama keturunan dan lingkungan.
Kelola
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
·
Balas
·
5m
·
Telah disunting
Hendy Laisa
Yaquu> bantai? sini bantai ana hehehe
Kelola
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
·
Balas
·
5m
Sumber : https://www.facebook.com/sinaragama/posts/1548457048601080
No comments:
Post a Comment
‹
›
Home
View web version
No comments:
Post a Comment