CATATAN UST SINAR AGAMA
BELAJAR FIQIH SYIAH IMAMIYAH DENGAN USTAD SINAR AGAMA
Monday, December 26, 2016
Manakah yang lebih berbahaya setan dari golongan jin atau setan dari golongan manusia?
Link : https://www.facebook.com/andika.yudhistira.505/posts/1328833923846597
Andika
29 November pukul 22:29
·
Salam ustad,
Manakah yang lebih berbahaya setan dari golongan jin atau setan dari golongan manusia?
Trims ustad
Sinar Agama
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari
Bagikan
19
Hidayat Constantian, Surealis, dan 17 lainnya
Komentar
Sinar Agama
Salam dan terimakasih pertanyaannya: Syaithan yang paling berbahaya itu adalah yang berupa diri sendiri. Setelah itu syaithan yang lain, baik yang jin atau manusia. Semua memiliki ciri tersendiri dari sisi kekuatan dan kelemahannya. Kekuatan syaithan jin adalah bisikannya tidak terasa bisikan melainkan suara diri sendiri. Tapi kalau syaithan manusia, bisa terus mengadakan pendekatan dan atas nama persahabatan dan sangat menarik perhatian karena dapat dilihat dan dirasakannya secara fisikal/nyata alias berupa materi. Tapi kelemahan syaithan manusia ini adalah bisikannya dapat dirasakan sebagai bisikan, bukan suara hati sendiri.
Suka
·
Balas
·
3
·
30 November pukul 1:41
Andika
Setan diri sendiri itu apa maksudnya cinta diri, cinta dunia dan cinta selain Alllah ustad... Apa ciri2nya setan diri sendiri dan bagaimana kelebihan dan kelemahannya..
Suka
·
Balas
·
2
·
30 November pukul 9:19
Sinar Agama
Andika
, apa saja yang mengacu kepada diri sendiri, baik itu perbuatan maksiat atau bahkan yang baik sekalipun. Karena itulah Nabi saww mengatakan bahwa "Paling besarnya musuhmu adalah dirimu sendiri."
Kalau orang tidak melihat dirinya sebagai suatu yang penting dan harus diikuti, maka tidak mungkin dia bermaksiat kepada Allah swt dan tidak mungkin juga dalam pengabdian dan taatnya kepadaNya juga mengejar kelezatan untuk dirinya seperti surga. Apalagi karamah dan semacamnya di dunia ini.
Kalau orang tidak melihat dirinya sebagai suatu yangpenting dan harus diikuti, maka tidak mungkin dia malas belajar agamanya, berlajar fiqih dan terus memperdalam akidahnya, tidak mungkin juga dia tidak mengamalkannya, tidak mungkin juga dalam pengamalannya mengejar kebaikan dan maslahat untuk dirinya dan seterusnya sampai ke maqam-maqam yang sangat tinggi sekalipun selain kefana'-an.
Suka
·
Balas
·
4
·
30 November pukul 12:34
Andika
Baik ustad.. Allahumma sholli ala Muhammad wa Aali Muhammad..
Suka
·
Balas
·
30 November pukul 12:42
Akmal Askari
salam ust. nyimak
Allahumma Shalli ala Muhammad wa Aali Muhammad wa ajjil farajahum
Suka
·
Balas
·
1
·
30 November pukul 22:07
No comments:
Post a Comment
‹
›
Home
View web version
No comments:
Post a Comment