CATATAN UST SINAR AGAMA
BELAJAR FIQIH SYIAH IMAMIYAH DENGAN USTAD SINAR AGAMA
Tuesday, November 29, 2016
Arti Asma Allah "MAHA KAYA" dan cara mengaplikasikannya dalam kehidupan
Link : https://www.facebook.com/sinaragama/posts/1069047993208657
Ali Asytari
ke
Sinar Agama
2 November pukul 5:17
·
Salam ustadz.....
Bagmn cara mengaflikasikan dlm kehidupan asma ALLAH MAHA KAYA...?
trimaksih
Suka
Suka
Super
Haha
Wow
Sedih
Marah
Komentari
Bagikan
Kronologis
6
Daris Asgar, Hidayat Constantian, dan 4 lainnya
Komentar
Sinar Agama
Salam dan terimakasih pertanyaannya:
1- Maha Kaya itu artinya bukan banyak harta atau banyak yang dimiliki, melainkan Tidak Memerlukan Kepada Sesuatu. Saya tulis dengan huruf besar di bagian depan masing-masing katanya karena maksud penulisannya adalah Nama Sifat Tuhan.
2- Sebanyak apapun yang dimiliki kalau masih memerlukannya, maka tidak bisa dikatakan Maha Kaya, sebab masih memerlukan pada yang lain sekalipun makhlukNya sendiri.
3- Dalil ketidakperluan Tuhan pada selainNya adalah keTidakTerbatasanNya. Karena Dia Tidak Terbatas, maka sudah tentu tidak memerlukan apapun. Yang terbatas saja yang memerlukan sesuatu, baik ilmu, harta, kekayaan, kekuasaan dan semacamnya. Tapi kalau tidak terbatas, maka yang namanya tidak ada batasannya jelas tidak ada suatu apapun yang terluput dari padaNya, baik ilmu, kekuasaan, kekayaan, dan semacamnya.
4- Tajalli Maha Kaya yang berarti Maha Tidak Terbatas ini, adalah Qanaa'ah.
5- Dalam ajaran Islam, kita disuruh berusaha keras banting tulang agar tidak tergantung pada orang lain dan bisa mandiri dalam apapun terutama dalam keperluan hidup sendiri dan keluarga yang ditanggungnya. Islam mewajibkan kita bekerja keras di jalan Allah mencari harta halal dan secara profesional. Akan tetapi, Islam tidak mengajarkan keserakahan dan cinta dunia. Jadi, hanya mengajarkan tanggun jawab pada diri dan keluarga serta pada Islam dan supaya bisa membantu orang lain dan agama dikala memerlukan bantuan.
Qanaa'ah adalah menerima dengan senang hati apapun hasil dari kerja kerasnya itu. Senang karena sudah berjalan di jalan Allah, tidak menyintai dunia, hanya karena kewajiban, hingga apapun yang didapat, maka pahala apapun yang diniatkannya seperti membantu muslim dan/atau agama, sudah mendapatkannya dari Dia (tentu kalau niatnya shaadiqah, yakni terhitung hakiki di pandangan Allah yakni kalau memang mampu pasti akan dilakukannya) dan juga senang karena melihat dirinya tidak maksiat kepadaNya dan tidak menyintai selainNya.
Suka
·
Balas
·
3
·
2 November pukul 10:09
Ali Asytari
Maaf ustadd SA...
Jd Qanaa'ah itu bisa terbentuk dlm jiwa dg niat karna Allah.sehingga hasil dr usahanya bukan fokusnya....??
Suka
·
Balas
·
2
·
2 November pukul 11:51
Daris Asgar
Allohumma Sholli 'alaa Muhammad wa Aali Muhammad wa 'Ajjil Farojahum
Suka
·
Balas
·
2 November pukul 14:23
Sinar Agama
Ali Asytari, saya sudah menerangkan di atas maksudnya. Walau masih bisa memasukkan hal lain ke dalamnya.
Suka
·
Balas
·
1
·
2 November pukul 14:50
Ali Asytari
Trimkasih ustadz mmng sbnrnnya sdh jelas.hanya untuk nambah yakin sj.
Suka
·
Balas
·
2 November pukul 16:08
No comments:
Post a Comment
‹
›
Home
View web version
No comments:
Post a Comment