CATATAN UST SINAR AGAMA
BELAJAR FIQIH SYIAH IMAMIYAH DENGAN USTAD SINAR AGAMA
Monday, July 25, 2016
Bagaimana penentuan magrib di sebuah kota di Amerika?
Link : https://www.facebook.com/shadra.hasan/posts/1028467303869842
Shadra Hasan
9 Juni
·
Salam.
Di sebuah kota Amerika waktu sholat sbb.
Zuhur sunni jam 1:03
Maghrib sunni 8:35
Isya Sunni 10.21
Pertanyaan; bgmn menentukan maghrib syar'i dan tengah malamnya.
Trims ust
Sinar Agama
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari
Bagikan
14 Komentar
44
Akmal Askari, Hikmah Muthahhari, dan 42 lainnya
Komentar
Muhammad Nur Arief
salam
Suka
·
Balas
·
9 Juni pukul 17:47
Aif Al Akif
Salan
Suka
·
Balas
·
9 Juni pukul 17:57
Aif Al Akif
Salam
Suka
·
Balas
·
9 Juni pukul 17:57
Hikmah Muthahhari
Salam.
Suka
·
Balas
·
9 Juni pukul 18:06
Muhammad Rizal
salam
Suka
·
Balas
·
9 Juni pukul 19:31
Annisa Fi Bi
.
Suka
·
Balas
·
9 Juni pukul 20:09
Orlando Banderas
Salam
Suka
·
Balas
·
9 Juni pukul 21:06
Maymuna Zahra
salam
Suka
·
Balas
·
9 Juni pukul 21:53
Sinar Agama
Salam dan terimakasih pertanyaannya:
1- Maghrib Syi'ah tidak bisa ditentukan dari tempat lain untuk daerah yang dipertanyakan.
2- Sangat mungkin kalau di daerah utara jauh dari katulistiwa jarak Maghrib Sunni dan Syi'ah hanya sekitar 20 menitan. Tapi saran saya jangan sampai kurang dari separuh antara jarak Maghrib dan 'isyaa' Sunni yang ada di sana. Kalau bisa 45 menit juga seperti di Indonesia. Saya yakin kalau 45 menit sudah aman dan bahkan bisa diharapkan kelebihan sekitar 10 menit. Karena tidak punya problem perut bumi yang hanya menutupi mega merah di belahan timur bagian tengah/atasnya saja sementara samping kanan dan kirinya, masih belum menghalangi kecuali setelah beberapa menit setelahnya (15 menit).
Batal Suka
·
Balas
·
8
·
9 Juni pukul 22:24
·
Telah disunting
Budi Fnu
Salam ustadz.,
Saya tinggal di wisconsin.,di bawah kanada.maghrib sunni waktu setempat.,8:50.,
Tapi 30 menit setelahnya sudah tidak ada rona merah di langit.(gelap) apakah harus nunggu 45 dari maghrib sunni?
Suka
·
Balas
·
1
·
9 Juni pukul 23:25
Sinar Agama
Budi Fnu
, semoga selalu dalam perlindunganNya, amin. Kalau antum bisa memahami panduanku ini, maka antum bisa putusi dalam 30 menit itu kalau memang berkeseuaian dengan panduan, sebagai berikut:
1- Meru'yat mega merah itu mesti dalam kondisi yang bagus dan cuaca yang mendukung, seperti:
a- Di timur ada mendung.
Boleh tebal boleh tipis, boleh terpencar dan boleh mengumpul. Mendung ini gunanya menangkap sorotan matahari setelah terbenam hingga terlihat mega merah.
b- Di atas kita ada mendung sedikit dan berpencar.
Mendung ini tidak boleh tebal karena akan menghalangi sorotan matahari ke sebelum timur. Kalau tebal maka di timur akan terlihat gelap.
c- Di barat tidak boleh ada mendung karena akan menghalangi cerahan matahari yang menyorot.
2- Waktu shalat Maghrib adalah hilangnya mega merah di belahan langi sebelah timur hingga sedikit melewati atas kepala kita.
3- Kalau dalam kondisi di atas antum sudah melihat bahwa mega merahnya telah melewati atas kepala antum ke sebelah barat sedikit, maka sudah masuk waktu Maghrib.
4- Untuk hati-hatinya, lihat sebelah timur bagian kanan/selatan dan kiri/utara walau tidak mesti karena tidak di katulistiwa seperti Indonesia. Tapi hati-hatinya lihat saja, Yakni ketika sudah gelap. kalau masih ada mega merah, maka hati-hatinya tunggu sampai benar-benar hilang. Di Indonesia, dari sejak gelapnya langit bagian timur ke atas kepala kita, di bagian timur bagian utara selatan masih memerah dan perlu 15 menit lagi hingga menjadi gelap. Hal itu bisa dimaklumi karena bagian utara dan selatan bumi lebih rendah dari perut bumi hingga tidak bisa mencegah sorotan matahari pada waktu perut bumi mencegahnya. Karena itu, sekalipun di timur bagian tengah sampai ke atas kepala kita sudah gelap, akan tetapi di bagian kanan dan kiri yakni timur bagian utara dan selatan, masih memerah.
Selamat mencoba. Wassalam.
Batal Suka
·
Balas
·
9
·
10 Juni pukul 0:37
·
Telah disunting
Rahman Dahlan
tengah malam syar'inya?
Suka
·
Balas
·
2
·
10 Juni pukul 13:07
Sinar Agama
Rahman Dahlan
, tengah malah syar'i itu ada dua macam untuk kehati-hatiannya:
1- Sebagai akhir dari waktu 'Isyaa', maka pertengahan malamnya adalah antara Maghribnya Syi'ah dengan adzan Shubuh (Syi'ah dan Sunni sama).
2- Sebagai awal waktu Shalat Malam, maka pertengahan malamnya antara Maghribnya Syi'ah dengan terbitnya matahari.
Suka
·
Balas
·
6
·
10 Juni pukul 16:24
·
Telah disunting
Andika
Allahumma sholli ala Muhammad wa Aali Muhammad..
Suka
·
Balas
·
12 Juni pukul 13:42
Raihana Ambar Arifin
Allahumma sholli ala Muhammad wa Aali Muhammad.
Suka
·
Balas
·
17 Juli pukul 21:09
No comments:
Post a Comment
‹
›
Home
View web version
No comments:
Post a Comment