CATATAN UST SINAR AGAMA

BELAJAR FIQIH SYIAH IMAMIYAH DENGAN USTAD SINAR AGAMA

Sunday, May 1, 2016

Kewajiban saling menghormati didunia adalah kewajiban sedangkan keselamatan akherat tergantung amal masing-masing


Link : https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=911270898986368&id=207119789401486

Andri Kusmayadi‎ ke Sinar Agama
25 Maret ·
Salam
Afwan Ustadz, bisakah disimpulkan bahwa pembagian muslim, mukmin, dan kafir itu hanyalah pembagian lahiriyah di dunia saja, tidak mencerminkan hakikat keselamatan di akhirat. Seorang muslim yang taat tp dengan sengaja tidak meyakini imamah tetap saja tidak akan selamat di akhirat. Begitu juga seorang mukmin (syiah) tidak akan selamat juga kalo dia tidak mengamalkan ajaran syiah dengan baik. Sebaliknya, orang kafir tidak pasti masuk neraka kalau dia merupakan seorang kafir yg taat dan dia belum mendapat informasi yg benar tentang Islam.
Syukron
Suka
KomentariBagikan
Kronologis
44
Komentar

Sinar Agama Salam dan terimakasih pertanyaannya: Iya bisa disimpulkan seperti itu. Memang hal itulah yang saya terangkan selama ini.
Suka · Balas · 1 · 26 Maret pukul 10:28

Sinar Agama Bahkan seperti hormat menghormati seperti orang tua dan semacamnya. Bukan berarti kalau seorang muslim diwajibkan menghormati orang tua atau guru lalu orang tua dan gurunya pasti masuk surga dan dirinya tidak masuk surga atau kalau masuk surga, surganya tidak setinggi guru atau orang tuanya. Semua itu hanyalah kewajiban di dunia ini sedang masing-masing individunya tergantung amal mereka masing-masing.
Suka · Balas · 1 · 26 Maret pukul 10:30

Andri Kusmayadi Iya kesimpulan itu ana dapatkan dr tanya jawab ana dengan antum...Syukron Ustadz...ahsantum....
Suka · Balas · 26 Maret pukul 12:00

Sinar Agama Ahsantum..
Suka · Balas · 1 · 27 Maret pukul 2:19

Andika at 4:45 AM
Share

No comments:

Post a Comment

‹
›
Home
View web version
Powered by Blogger.