CATATAN UST SINAR AGAMA
BELAJAR FIQIH SYIAH IMAMIYAH DENGAN USTAD SINAR AGAMA
Monday, May 30, 2016
Benarkah pensholatan jenazah utk orang munafik dilakukan dgn 4x takbir saja?
Link : https://www.facebook.com/shadra.hasan/posts/1004184056298167
Shadra Hasan
30 April
·
Salam.
Benarkah pensholatan jenazah utk orang munafik dilakukan dgn 4x takbir saja?
Trims ust
Sinar Agama
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari
Bagikan
40
Akmal Askari, Sholeh Noah, dan 38 lainnya
Komentar
Delima Sorga Rithe
Slm
Suka
·
Balas
·
30 April pukul 10:38
Haydar Haydar
Salam
Suka
·
Balas
·
30 April pukul 11:16
Muhammad Rizal
salam
Suka
·
Balas
·
30 April pukul 11:35
Fadhilah Al Khubro
Salam
Suka
·
Balas
·
30 April pukul 13:09
Ummu Salamah
salam
Suka
·
Balas
·
30 April pukul 14:59
Akmal Askari
Salam
Suka
·
Balas
·
30 April pukul 18:48
Chi Sakuradandelion
salam
Suka
·
Balas
·
1 Mei pukul 5:14
Andika
Salam..
Suka
·
Balas
·
1 Mei pukul 9:02
Sinar Agama
Salam dan terimakasih pertanyaannya:
1- Masalah menyolati orang munafiq itu tidak mudah. Sebab dari mana kita tahu kemunafiqannya. Kalau kita hidup di jaman Makshhumin as maka bisa tahu akan tetapi kalau tidak, maka sangat repot.
2- Karena repotnya itu maka kita tetap wajib menyolati orang yang telah meninggal dengan hukum zhahir yang ada dalam fiqih.
3- Kalau memang dipastikan kemunafiqannya maka ada beberapa perbedaan. Misalnya ada yang tetap tidak mengatakan empat takbir akan tetapi pada waktu berdoa bukan mendoakan kebaikan untuknya melainkan doa keburukan. Hal ini dapat dilihat di Tafsir Tibyan, Syaikh Thusi ra, 5/266. Tapi ada juga yang mengatakan cukup empat takbir saja seperti di kitab Al-Raudatu al-Bahiyyah fii Syarhi al-Lum'ati al-Demesyqiyyah, 1/91.
4- Di Sunni sebenarnya juga diriwayatkan 5 takbir walau juga lain dari itu. Contoh riwayat yang lima takbir seperti yang diriwayatkan dalam kitab kumpulan hadits-hadits Sunni yang berjudul Jaami'u al-Ushuul berikut ini:
4304- (م د ت س) عبد الرحمن بن أبي ليلى : قال : « كان زيد بن أرْقم يكبِّر على جنائزنا أَربعا ، وإِنَّهُ كَبَّر على جنازة خمسا ، فسألناه فقال : كان رسولُ الله -صلى الله عليه وسلم- يكبِّرها ». أخرجه مسلم ، وأَبو داود ، والترمذي.
Hadits ke: 4304:
Abdurrahmaan bin Abi Lailaa berkata: "Zaid shalat ke atas jenazah kami dengan empat takbir. Dan sesungguhnya dia juga shalat lima takbir. Lalu kami bertanya kepadanya. Dia menjawab: 'Sesungguhnya Rasulullah saww melakukannya.'." (Kitab Jaami'u al-Ushuul -kumpulan hadits Sunni- hadits ke: 4304, diriwayatkan dari Shahih Muslim, Abu Daud dan Turmudzi.)
Tapi yang diriwayatkan di Nasai hanya lima (5) takbir:
وفي رواية النسائي : « أن زيد بن أرقم صلَّى على جنازة ، فكبَّر عليها خمسا ، وقال : كبَّرها رسولُ الله -صلى الله عليه وسلم- ».
Dan (ini masih penukilan Jaami'u al-Ushuul) dalam riwayat Nasai:
"Sesungguhnya Zaid bin Arqam menyolati orang mati dengan lima takbir. Dan dia berkata: 'Rasulullah saww melakukannya.'."
Catatan Sinar Agama:
Bagi yang bisa baca kitab Arabnya bisa merujuk ke kitab:
- جامع الاصول 6 / 216 حديث 4304
- صحيح مسلم كتاب الجنائز باب الصلاة على القبر حديث 957
- سنن النسائي 4 / 72
- سنن أبي داود كتاب الجنائز باب التكبير على الجنائر باب ما جاء حديث 3197.
- صحيح الترمذي كتاب الجنائز باب ما جاء في التكبير على الجنازة حديث 1023
5- Ada juga riwayat Sunni yang mengatakan bahwa yang memulai empat takbir itu adalah Umar. Bisa dilihat di kitab Sunni yaitu karya Suyuuthii (Suyuthi), Taariikhu al-Khulafaa-i, 93.
6- Catatan: Apapun bahasan shalat ke atas munafiq ini, sulit diterapkan di masa tidak adanya Makshum as. Karena itu, jangan sembarangan menfonis seseorang sebagai munafiqh dan apalagi mengambil sikap dengan menshalati ke atasnya dengan cara-cara yang dianjurkan ulama untuk menyolati orang munafiq. Sebab selain terlalu bahaya untuk diri kita sendiri di akhirat kelak, juga maksud ulama itu sekedar fatwa saja sedang obyeknya tidak mesti ada dan apalagi dipraktekkan. Wassalam.
Suka
·
Balas
·
5
·
1 Mei pukul 10:58
Andika
Allahumma sholli ala Muhammad wa Aali Muhammad..
Suka
·
Balas
·
4 Mei pukul 19:22
No comments:
Post a Comment
‹
›
Home
View web version
No comments:
Post a Comment