CATATAN UST SINAR AGAMA
BELAJAR FIQIH SYIAH IMAMIYAH DENGAN USTAD SINAR AGAMA
Friday, April 8, 2016
Sejauh mana ruh bisa mengetahui bahwa ia mendekati ajal?
Link : https://www.facebook.com/sang.pecinta.90/posts/973937879322785
Shadra Hasan
16 Maret pukul 19:20
·
Salam.
Sejauh mana ruh bisa mengetahui bahwa ia mendekati ajal?
Trims ust
Sinar Agama
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari
Bagikan
74
Isme Reni, Rosni Hasan, dan 72 lainnya
Komentar
Delima Sorga Rithe
Slm
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 19:24
Haydar Haydar
Salam
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 19:25
Aif Al Akif
Salam
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 19:31
Adlimi Lamsuan
Salam
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 19:31
Najla Assegaf
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 19:34
Merindu Surga
Salam
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 19:38
Dewi Ajah
Salam
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 19:43
Abdul Malik Mrr
nyimak
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 19:50
Herjuno
Nyimak.apa ada tanda2nya secara fisik?kalo kata org tua dulu.40hr menjelang ajal bila di foto matax meliril ke atas.walahu alam
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 19:50
Bodro Purno Wirawan
Nyimak
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 19:57
Tatheer Zahrah
Salam
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 20:07
Bunda Fathiyah
Salam
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 20:13
Chaerul
Salam
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 20:42
Nida Zain
Salam
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 20:42
Hadi Jusuf
Ruh itu ilmu. Kok bisa dikatakan menjelang ajal
smile emotikon
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 20:47
Erna Ena
...
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 20:48
Muhammad Iqbal Dzikriyyatul Mahdi
.
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 20:48
Sirozi Paiton
Nyimak
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 21:10
Sry Putri Ayu
Salam
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 21:11
Ina Hardiansyah
Salam ..nyimak..
Suka
·
Balas
·
1
·
16 Maret pukul 21:26
Isme Reni
Assalamualaikum wr wb
Afwan nyimak
smile emotikon
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 21:49
Alam OraOno Lorone
Salam...
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 22:01
Dian Nurhadianti
ikt nyimak jg
smile emotikon
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 22:01
Alisya Banna
.
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 22:10
Al - Salam
Salam...???
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 22:11
Bale Cetak Sagala
.
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 22:23
Reza Husain Ali
Alam non materi itu : akal , pikiran , batin , jiwa dan ruh sedangkan Alam materi itu : panca indra atau indrawi
Suka
·
Balas
·
1
·
16 Maret pukul 22:32
Reza Husain Ali
mungkin semakin kita memikirkan kematian ,ajal semakin dekat tetapi manusia pun tak lepas dari urusan duniawi
Suka
·
Balas
·
1
·
16 Maret pukul 22:34
·
Telah disunting
Haryadi Bakri
Nyimak
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 22:45
Seto Adji
Nyimak
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 23:09
Okky Van Suryo
Salam
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 23:24
Radinka Setra
Menyimak.
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 23:26
Eceng Pevoro
Salam
Suka
·
Balas
·
16 Maret pukul 23:35
Yulis Kapita
.
Suka
·
Balas
·
17 Maret pukul 1:05
Ahmad Ismail
nyimak
Suka
·
Balas
·
17 Maret pukul 1:29
Ismangil Sidik
.
Suka
·
Balas
·
17 Maret pukul 3:13
Safrin
Salam
Suka
·
Balas
·
17 Maret pukul 5:39
Muhammad Rizal
Salam
Suka
·
Balas
·
17 Maret pukul 5:44
Ledi Haryadi
.
Suka
·
Balas
·
17 Maret pukul 6:23
Hendry Husni
Salam
Suka
·
Balas
·
17 Maret pukul 6:25
Andika
Salam..
Suka
·
Balas
·
17 Maret pukul 7:50
Bande Husein Kalissati
Siap
Suka
·
Balas
·
17 Maret pukul 7:50
Razai Razak
Salam
Suka
·
Balas
·
17 Maret pukul 7:58
Chi Sakuradandelion
salam
Suka
·
Balas
·
17 Maret pukul 8:14
Denny Priyanto
salam.....ikut nyimak..
Suka
·
Balas
·
17 Maret pukul 9:53
Angga Corleone
sip
Suka
·
Balas
·
17 Maret pukul 11:30
Akuy Junior
???
Suka
·
Balas
·
17 Maret pukul 14:03
Sinar Agama
Salam dan terimakasih pertanyaannya:
1- Mati itu adalah kehidupan yang lebih tinggi. Karena beralihnya ruh yang non materi dari natural keterikatan penuh dengan materi badannya ke tingkatan keteritakan tidak penuh. Tapi belum lepas secera penuh. Karena itu diistilahkan dengan Barzakh dalam Islam. Yakni barzakh/tengah antara keterikatan penuh dengan materi dalam aksi dan tingkatan tidak terikat secara penuh.
Jangan lupa bahwa definisi ruh adalah non materi secara dzat dan materi secara aktifitas/aksi.
Kalau masih di alam materi maka terikat penuh dengan badan/materi dalam aksi, kalau sudah mati maka keterikatannhya tidak penuh tapi belum lepas sepenuhnya. Kalau sudah kiamat, maka terlepas penuh dari keterikatannya pada badan materinya. Inilah yang disebut dengan kebangkitan.
2- Dari penjelasan poin (1) di atas dapat dipahami bahwa semakin tidak terikat dengan badan materinya, maka ruh manusia semakin hidup. Karena itulah maka tidak derajat natural alamiahnya semakin tinggi.
Jadi, non materi itu akan semakin hidup kalau keterikatannya dengan badan materinya semakin melemah (ketika mati) dan apalagi kalau sampai terputus sepenuhnya.
3- Kematian di atas, bisa natural dan bisa ikhtiari. Yakni kekurangterikatan atau bahkan ketidakterikatan pada materi itu, bisa ditempuh dengan dua cara: Natural, yaitu ketika sampai pada sebab-sebab kematiannya. Ikhtiari, adalah yang mematikan diri dari kesukaan pada materi sebagaimana sudah sering dijelaskan yaitu dengan melakukan seluruh kewajiban dan meninggalkan seluruh dosa, lalu meninggalkan seluruh makruh, lalu meninggalkan seluruh kesukaan pada yang mubah dan apa saja selain Allah.
4- Dengan penjelasan di atas maka:
a- Yang sampai pada mati ikhtiari, bisa dikatakan tahu matinya kapan (baca dapat merasakannya).
b- Yang belum sampai kepada derajat itu, maka secara umum tidak tahu kapan matinya (baca: tidak merasakannya). Tapi secara umum ruh nya dapat merasakannya dengan ilmu Hudhuri tapi bukan Hushuli.
Penjelasannya adalah: Secara umum orang yang akan mati merasakannya. Karena ruh ketika sudah mendekati sebab-sebab kematiannya secara natural, maka dia merasakannya. Tapi perasaan ini perasaan Hudhuri. Jadi, bisa saja manusia itu tidak bisa membayangkannya. Membayangkan di sini adalah Hushuli. Jadi, secara bayangan atau khayalan, seseorang bisa saja tidak merasakan dan tidak menyadarinya. Artinya, dalam ruh paling dalamnya secara Hudhuri dia tahu kedekatannya pada kematian materi, tapi dalam ruh daya-rasanya tidak merasakannya.
Suka
·
Balas
·
6
·
17 Maret pukul 15:40
Muhammad Nur Arief
Allaahumma shalli 'alaa Muhammad wa aali Muhammad
Suka
·
Balas
·
1
·
17 Maret pukul 16:36
Akmal Askari
Salam. Nyimak
Suka
·
Balas
·
17 Maret pukul 17:38
Malin Meraja
nunggu
Suka
·
Balas
·
19 Maret pukul 13:23
No comments:
Post a Comment
‹
›
Home
View web version
No comments:
Post a Comment