CATATAN UST SINAR AGAMA
BELAJAR FIQIH SYIAH IMAMIYAH DENGAN USTAD SINAR AGAMA
Monday, April 25, 2016
Kapan sesuatu itu dihukumi teguran, ujian, cobaan atau musubah?
Link : https://www.facebook.com/sang.pecinta.90/posts/976801782369728
Shadra Hasan
21 Maret
·
Salam.
Kapan sesuatu itu dihukumi teguran, ujian, cobaan atau musubah?
Trims ust
Sinar Agama
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari
Bagikan
37
Akmal Askari, Aeni Sundari, dan 35 lainnya
Komentar
Lihat 1 komentar lain
Apit Sanjaya
Salam
Suka
·
Balas
·
21 Maret pukul 12:01
Sri Yanti
Salam
Suka
·
Balas
·
21 Maret pukul 12:03
Akmal Askari
Salam
Suka
·
Balas
·
21 Maret pukul 12:06
Budi Fnu
Salam
Suka
·
Balas
·
21 Maret pukul 12:12
Aif Al Akif
Salam
Suka
·
Balas
·
21 Maret pukul 12:26
Apel Hijau
Salam
Suka
·
Balas
·
21 Maret pukul 12:45
Adlimi Lamsuan
Salam
Suka
·
Balas
·
21 Maret pukul 13:23
DiQi Medina
Allahumma shalli 'ala Muhammad wa Aali Muhmmad. Ikut nyimak..
Suka
·
Balas
·
21 Maret pukul 13:42
Johan d'Young
.
Suka
·
Balas
·
21 Maret pukul 13:50
Edy Ismail Aizavie
Suka
·
Balas
·
21 Maret pukul 14:00
Elang D' Brite
Salam
Suka
·
Balas
·
21 Maret pukul 17:35
Angga Corleone
sip
Suka
·
Balas
·
21 Maret pukul 19:14
Muti Wondal
Salam
Suka
·
Balas
·
21 Maret pukul 19:42
Muhammad Rizal
Salam
Suka
·
Balas
·
21 Maret pukul 19:57
Haidar Bin Surodji
Maksudnya apa ini..? Kokk komentarnya cuma "salam" dan "salam"..?? Gak ada yg jawab..
Suka
·
Balas
·
22 Maret pukul 1:18
Andika
Salam..
Suka
·
Balas
·
22 Maret pukul 3:45
Mulvi
Salam
Suka
·
Balas
·
22 Maret pukul 6:58
Haydar Haydar
Salam...
Suka
·
Balas
·
22 Maret pukul 21:02
Johan Handoyo
..
Suka
·
Balas
·
22 Maret pukul 22:42
Sinar Agama
Salam dan terimakasih pertanyaannya: Secara global dapat dikatakan:
1- Semua musibah yang menimpa kita itu adalah teguran, baik yang terhadap kita sendiri di masa lalu atau terhadap diri kita di masa datang.
a- Yang masa lalu seperti kalau kita melakukan kesalahan yang serius. Hal itu supaya diri kita berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama atau kesalahan lainnya.
b- Yang untuk masa depan misalnya kita tidak salah, tapi mendapat musibah. Hal itu untuk mengampuni dosa kita atau menaikkan derajat kita, baik dari sisi ilmu atau amalannya.
2- Ada lagi teguran kepada kita sekalipun kita bukan pelaku kesahalannya secara langsung. Misalnya rusaknya masyarakat dalam pergaulan. Karena kita tidak beramar makruf dan nahi mungkar, maka bisa saja kita kena musibahnya, baik langsung ke kita atau mencakupi kita. Misalnya tersebar wabah akibat pergaulan bebas hingga menular pada kita yang bukan pelaku-pelakunya akibat tidak adanya amar makruf dan nahi mungkin yang kita lakukan.
3- Apapun musibah yang terjadi pada kita, mesti diambil sisi positifnya, yaitu:
a- Introspeksi diri dan merubah/membangunnya.
b- Meminta ampunan karena jangan sampai karena kesalahan diri kita sendiri.
c- Jangan menfitnah Tuhan dengan berkata/meyakini sudah begitulah yang diputuskan Tuhan. Fitnahan seperti ini biasanya punya akar di keberimanan seseorang pada penasiban atau penaqdiran yang dilakukan Tuhan terhadap hamba-hambaNya, padahal Dia tidak pernah menentukannya sebagaimana sudah sering dijelaskan.
d- Selalu mencari tahu kesalahan diri, baik langsung atau tidak langsung. Yang langsung seperti kita sendiri yang melakukan kesalahannya. Yang tidak langsung misalnya kita salah dalam memilih teman hingga mendapatkan getahnya dan/atau seperti tidak beramar makruf dan nahi mungkar seperti yang sudah dijelaskan di atas.
e- Kalau dalam penelitian atau introspeksinya menghasilkan bahwa karena kesalahan orang lain, maka jangan sampai dipastikan sebab bisa masuk su'uzhzhan dan jangan dikatakan kepada orang lain karena bisa masuk dalam fitnah. Karena itu kecam saja diri sendiri karena mengapa memilihnya sebagai teman.
f- Selalu meminta petunjuk dan ampunan Tuhan SAMBIL belajar agama terus menerus seperti fiqih, dan mengamalkannya dengan penuh keprofesionalan dan keikhlashan. Wassalam.
Suka
·
Balas
·
2
·
25 Maret pukul 10:50
Sinar Agama
Haidar Bin Surodji, maksud mereka yang berkomentar "salam" itu supaya dapat kiriman pengumuman kalau sudah ada jawabannya dari alfaqir. Karena itu kadang komentarnya hanya berupa titik saja.
Suka
·
Balas
·
2
·
25 Maret pukul 10:55
·
Telah disunting
No comments:
Post a Comment
‹
›
Home
View web version
No comments:
Post a Comment