CATATAN UST SINAR AGAMA
BELAJAR FIQIH SYIAH IMAMIYAH DENGAN USTAD SINAR AGAMA
Friday, April 1, 2016
Bagaimana hukum seorang mukalaf Syiah yang bukan muhtath dan mujtahid tetapi TIDAK TAKLID pada seorang marja?
Link : https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=897136707066454&id=207119789401486
Shadra Hasan
ke
Sinar Agama
4 Maret pukul 16:44
·
Salam.
Bagaimana hukum seorang mukalaf Syiah yang bukan muhtath dan mujtahid tidak taklid pada seorang marja?
Trims ust
Suka
Suka
Super
Haha
Wow
Sedih
Marah
Komentari
Bagikan
Kronologis
3
Hidayat Constantian dan 2 lainnya
Komentar
Adlimi Lamsuan
Salam
Suka
·
Balas
·
5 Maret pukul 6:37
Sinar Agama
Salam dan terimakasih pertanyaannya: Seluruh amalnya batal kecuali kalau kebetulan sama dengan fatwa mujtahid yang wajib ditaqlidi (misalnya marja' a'lam). Kalau sengaja jelas dosa karena taqlid itu wajib, Dan bisa saja akan berpengaruh pada hukum kecualian di atas.
Suka
·
Balas
·
2
·
5 Maret pukul 15:29
Shadra Hasan
Kalo ia yang berdalil menganut Syiah Akhbari gmn ust?
Suka
·
Balas
·
2
·
5 Maret pukul 15:30
Sinar Agama
Shadra Hasan
, kalau Akhbari ya...suruh tanya ke ulama Akhbari tentang detail-detailnya. Kita tahu tidak ada taqlid, tapi bagaimana praktek sesungguhnya, apakah seperti di Muhammadiah yang pakai tarjih atau bisa sembarangan (dimana hal ini seperti tidak mungkin), maka harus ditanyakan ke ulama Akhbari. Ini yang pertama.
Yang ke dua, tanyakan ke dia, kalau dia tidak taqlid, lalu yang selama ini dikerjakannya diambil dari mana? Apakah betul di sudah merujuk ke kitab-kitab hadits dan ayat-ayat Qur an dari semua yang dia lakukan seperti shalat, cara shalat, wudhu', cara wudhu', kesucian dari najis dan cara-caranya, dan seterusnya.
Suka
·
Balas
·
1
·
7 Maret pukul 11:02
No comments:
Post a Comment
‹
›
Home
View web version
No comments:
Post a Comment