CATATAN UST SINAR AGAMA
BELAJAR FIQIH SYIAH IMAMIYAH DENGAN USTAD SINAR AGAMA
Saturday, April 9, 2016
ALLAH ITU MAHA TIDAK TERBATAS
Link : https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=905952316184893&id=207119789401486
Hilman Dzulfikar Haidar
ke
Sinar Agama
19 Maret pukul 10:37
·
salam ustad,
mungkin banyak dari saudara syiah yg lain yg lebih dahulu menanyakan hal ini,apa maksd dari perkataan
bahwa tuhan yg kita sembah belum tentu tuhan yg sebenarnya mhon ilmu ilmu dan penejelasannya jika kiranya ustad ridho
trimksih wsalam
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari
Bagikan
Kronologis
4
Hidayat Constantian dan 3 lainnya
Komentar
Sinar Agama
Salam dan terimakasih pertanyaannya: Seingatku saya sudah pernah menjelaskan hal ini walah tidak secara langsung. Intinya:
1- Tuhan itu Maha Tidak Terbatas.
2- Kalau Tuhan Tidak Terbatas sebagaimana Dia, maka sudah pasti tidak bisa diketahui siapapun. Sebab selainNya adalah wujud terbatas hingga karena itu tidak mungkin dapat mengetahuiNya secara sempurna.
3- Poin ke (3) ini tidak terlalu penting di bahasan kita sekarang. Oleh karena itu jangan terlalu dipikirkan supaya jawaban terhadap pertanyaan antum itu lebih mudah dipahami.
Hal ke (3) ini adalah: Kalau Tuhan Tidak Terbatas, maka tidak mungkin diketahui walau secuilpun/sedikitpun. Sebab Tidak Terbatas itu bukan sangat luas hingga bisa diketahui sedikitnya, melainkan tidak ada batasannya. Kalau tidak ada batasannya berarti tidak ada bagian-bagiannya seperti bagian kecil/culi/sedikit dan semacamnya. Kalau tidak ada bagian-bagiannya, maka tidak bisa diketahui sebagiannya dan tidak diketahui bagian lainnya. Jadi, Tuhan Yang Tidak Terbatas itu sama sekali tidak bisa diketahui.
4- Poin (4) ini akan meneruskan poin (2). Yaitu kalau Tuhan itu Maha Tidak Terbatas hingga tidak bisa diketahui secara sempurna, maka sudah pasti Tuhan yang ada di akal dan pahaman kita dan semua makhluk, berarti bukan Tuhan Yang Sebenarnya.
5- Kalau Tuhan yang kita ketahui itu bukan Tuhan Yang Sebenarnya, maka kalau kita sembah Dia, sudah pasti bukan yang sebenarnya.
6- Tapi penyembahan ini tetap WAJIB dilakukan karena memang hal itulah kemampuan yang ada pada makhluk dan Tuhan sama sekali tidak mewajibkan makhluk untuk mengetahuiNya secara sempurna karena hal itu jelas tidak mungkin dapat dilakukan oleh makhluk manapun dan Tuhan Yang Maha Bijsak tidak akan pernah memerintahkannya.
7- Bahkan Tuhan menolong semua makhkukNya untuk dapat mengerti semua ini. Karena itulah dalam perintah shalat pada manusia, diwajibkan setelah niat shalat karena Allah, untuk mengucapkan Takbir Ihram. Takbir adalah ucapan Allaahu Akbar dan artinya adalah Allah Lebih Besar, bukan Maha Besar. Maksudnya Lebih Besar adalah Lebih Besar Dari Yang Kita Ketahui.
8- Imam Ja'far as pernah berkata (nukilan makna):
"Apapun yang kalian pahami tentang Tuhan maka hal itu adalah patung buatan kalian sendiri."
Wassalam.
Suka
·
Balas
·
21 Maret pukul 13:48
Andika
Allahumma sholli ala Muhammad wa Aali Muhammad..
Suka
·
Balas
·
Baru saja
No comments:
Post a Comment
‹
›
Home
View web version
No comments:
Post a Comment