CATATAN UST SINAR AGAMA
BELAJAR FIQIH SYIAH IMAMIYAH DENGAN USTAD SINAR AGAMA
Friday, March 25, 2016
Bagaimanakah wujud keberwilayahan dan baraah dlm kehidupan sehari-hari?
Link : https://www.facebook.com/sang.pecinta.90/posts/963976203652286
Shadra Hasan
27 Februari pukul 9:24
·
Salam.
Bagaimanakah wujud keberwilayahan dan baraah dlm kehidupan sehari-hari?
Trims ust
Sinar Agama
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari
Bagikan
16
Adlimi Lamsuan, Muhammad Nur Arief, dan 14 lainnya
Komentar
Najla Assegaf
Nyimak
Suka
·
Balas
·
27 Februari pukul 9:27
·
Telah disunting
Adlimi Lamsuan
Salam
Suka
·
Balas
·
27 Februari pukul 9:51
Haydar Haydar
Salam
Suka
·
Balas
·
27 Februari pukul 12:54
Muhammad Nur Arief
salam
Suka
·
Balas
·
27 Februari pukul 14:14
Safrin
Salam
Suka
·
Balas
·
27 Februari pukul 15:11
Maya Hasan
Salam
Suka
·
Balas
·
27 Februari pukul 15:53
Sinar Agama
Salam dan terimakasih pertanyaannya:
1- Hidup berwilayah dengan wilayah Allah, Nabi saww, Imam Makshum as itu hanya dengan berwilayah dengan Wali Faqih. Karena Wali Faqih adalah wakil mereka as semua sekarang ini dan di masa ghaib ini.
2- Jadi bentuk wilayah itu adalah mengamalkan fiqih yang diajarkan Allah, Nabi saww dan para Imam Makshum as yang difatwakan dalam fatwa Wali Faqih.
3- Baraa-ah adalah tidak menyukai, tidak bertanggung jawab atas semua yang dilakukan pembenci dan penyerang pada Makshumin as. Dan salah satu bentuknya adalah tidak melanggar fiqih. Karena melanggar fiqih sama dengan melanggar kewalian mereka hingga karena itu, maka sulit dikatakan sebagai orang yang melakukan baraa-ah, karena yang dilakukan justru sama dengan yang dibaraa-ahi.
Tentu dua hal itu, wilayah dan baraa-ah masih ada lagi. Tapi hal-hal di atas itu adalah yang paling pentingnya.
Batal Suka
·
Balas
·
6
·
27 Februari pukul 18:00
Andika
Allahumma sholli ala Muhammad wa Aali Muhammad..
Suka
·
Balas
·
27 Februari pukul 18:55
Muhammad A'innur Rizqi
Sesat
Suka
·
Balas
·
27 Februari pukul 18:57
Sinar Agama
Muhammad A'innur Rizqi, kalau mengikuti Nabi saww dan keluarga beliau saww yang makshum dan disucikan Tuhan sesuci-sucinya di QS: 33:33:
إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
"Sesungguhnya Allah hanya ingin menepis dari kalian Ahlulbait (keluarga Nabi saww yang makshum) segala keji/dosa dan mensucikan kalian sesuci-sucinya"
yang mana 'Aisyah sendiri dalam hadits Shahih Muslim (hadits no: 4450) menyaksikan bahwa ayat itu turun untuk Nabi saww, Imam Ali as, hdh Faathimah as, Imam Hasan as dan Imam Husain as, kalau mengikuti mereka semua atas dasar ayat di atas dan hadits riwayat 'Aisyah ini dikatakan sesat, lalu yang tidak sesat ikut apa dan siapa serta apa dasarnya mas??!!!
Lihat Terjemahan
Suka
·
Balas
·
4
·
28 Februari pukul 10:22
Khommar Rudin
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وعَجِّلْ فَرَجَهُمْ
Lihat Terjemahan
Suka
·
Balas
·
3 Maret pukul 18:18
No comments:
Post a Comment
‹
›
Home
View web version
No comments:
Post a Comment