CATATAN UST SINAR AGAMA
BELAJAR FIQIH SYIAH IMAMIYAH DENGAN USTAD SINAR AGAMA
Saturday, March 26, 2016
Apa Pengertian riba dan apa perbedaan penulisan riba dalam surat ar-Rum : 39 dengan ayat lainnya?
Link : https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=894618817318243&id=207119789401486
Shadra Hasan
ke
Sinar Agama
28 Februari pukul 22:54
·
Ustadz, saya mau bertanya perbedaan penulisan riba dalam surat ar-Rum:39 dengan riba dlm ayat lainnya?
Suka
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari
Bagikan
Kronologis
1
Hɪdayat Constantɪan
Komentar
Sinar Agama
Salam dan terimakasih pertanyaannya:
1- Asal ayatnya adalah di QS: 30:39:
وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ
"Dan apa-apa yang kalian berikan dari riba untuk mendapatkan tambahan dalam harta orang, maka tidak bertambah di sisi Allah. Dan apa-apa yang kalian berikan dari zakat yang diberikan karena Allah maka merekalah orang-orang."
2- Riba secara asal kata adalah tambahan. Dan dalam istilah bisnis kala itu dan di Qur an, juga dipakai pada makna lain yang umum dalam pinjam meminjam, yaitu bunga.
3- Riba yang haram itu yang berarti bunga. Dan bunga ini kalau dimaksudkan untuk menambah kekayaan, maka diambil bukan diberikan. Tapi dalam ayat ini diberikan.
4- Yang dimaksud dengan diberikan untuk menambah kekayaan di ayat ini ada dua macam sesuai dengan hadits-hadits dari Ahlulbait as:
a- Hadiah-hadiah yang diberikan kepada orang lain dengan niat supaya dia berhutang budi padanya dan membuat lancar usaha-usahanya hingga dia bertambah kaya. Hadiah-hadiah seperti ini walaupun halal diberikan dan halal diambil (tentu bukan yang bermaksud sogokan di kantor yang merugikan kantor dan orang atau perusahaan lainnya) akan tetapi tidak berbuah di sisi Tuhan. Yakni tidak berpahala.
b- Pemberian hutang yang diharapkan hadiah tambahannya. Saya sudah sering menjelaskan bahwa uang tambahan yang diberikan ketika membayar hutang, bukan hanya haram akan tetapi bahkan disunnahkan. Asal, tidak disyarati dan dijanjikan dari awal hingga jadi riba/bunga yang haram.
Nah, para pemberi hutang yang mengharapkan hadiah, sekalipun hadiah ini halal diberikan oleh yang berhutang dan halal diambil oleh yang memberi hutang, akan tetapi di sisi Tuhan tidak berlaba dan berpahala.
5- Tapi ada juga tafsiran bahwa riba di ayat ini juga bermaksud riba yang haram, yakni bunga. Jadi, maksud Allah adalah ingin membandingkan antara riba yang hanya bisa menambah kekayaan di dunia dengan zakat yang menambah pahala di sisi Allah.
Riba yang diberikan berarti adalah pemberian hutang yang disyarati dengan hadiah/riba/bunga. Btw. Wassalam.
Lihat Terjemahan
Suka
·
Balas
·
1
·
29 Februari pukul 2:54
·
Telah disunting
Andika
Ilahi robbi, jauhkan kami dari riba dan semua debu-debu riba'.. amiinn..
Suka
·
Balas
·
Baru saja
No comments:
Post a Comment
‹
›
Home
View web version
No comments:
Post a Comment